Monday, October 8, 2012

Hope and pray

Our struggle tawakal for the 2nd


Pagi jam 6 kurang 15 berangkat dari rumah, ditemani macet dan album sabrina accoustic 4, saya dan suami berangkat menuju RSPP. Setelah menghabiskan waktu hampir 2 jam di jalanan Jakarta, sampailah kami di rumah sakit. Langsung saja nih saya menuju meja pendaftaran dan bertanya pada seorang perempuan yang notabennya sebagai petugas. karena memang saya dan suami sudah dapat form laboratorium jadi bisa langsung saja cek ke laboratorium tersebut. Nengok kiri-kanan, bingung cari suami saya. Hemmmm ternyatw masuk toilet :p karena kebetulan saya juga kebelet, hahaha jadilah saya masuk juga ke toilet rumah sakit. Alhamdulillah, karena masih pagi dan kayaknya saya yang masuk pertama setelah dibersihkan :) jadi masih harum dan bersihnya super. Jarang-jarang nih bisa BAB di toilet rumah sakit.
Lanjut menuju laboratorium, saya dan suami langsung menyerahkan kertas kepada petugas bagian pendaftaran bagian laboratorium. Ada dua lembar kertas yang sebelumnya sudah diberikan dokter frizar (selaku dokter kami). Kenapa ada dua? Karena bukan cuma saya yang diperiksa laboratorium, tapi suami saya pun. Untuk saya yang di cek adalah urine lengkap dan darah (pemeriksaan glukosa). Untuk suami? Pemeriksaan sedimen sel sperma.
Saya memang memiliki pembuluh darah yang kecil. Saya sangat tahu kalau pengambilan darah akan menjadi hal yang lama untuk petugas menemukan pembuluh darah dan mengambilnya. Itu sudah berlangsung dari dulu. Di lengkapi lagi dengan rada-rada takutnya. Hmmmm, jadi lah. ;) setidaknya kali ini hanya di suntik 2 kali. Tangan kanan dan kiri di bagi adil. Karena waktu medex pramugari haji Garuda, setidaknya selalu kebagian 3 tusukan. :( di tusuk sudah, ehh darahnya ga keluar.
Kembali ke laboratorium, setelah pengambilan darah yang kurang lebih 30 menit selesai, waktunya saya minum air putih yang banyak. Untuk apa? Agar urine cepat keluar. :) suami pun pindah ke gedung lain. Saat itu pertanyaan yang ada di kepala saya, apakah mungkin spermanya bisa di keluarkan begitu saja? Hehe.
Selesai urusan laboratorium untuk saya. Lanjut saya daftar ke bagian radiologi, karena selain cek laboratorium, saya disarankan dokter untuk HSG. Bisa di googling aja ya pengecekan HSG seperti apa. Karena saya datang masih pagi, saya menunggu tidak terlalu lama. Suster seger menjelaskan kepada saya, apa itu HSG, bagaimana prosedurnya, bla bla bla. Pada intinya nanti akan dimasukan cairan kedalam bagian reproduksi wanita, yang mana nanti cairan tersebut akan memeperlihatkan secara jelas gambaran rahim dengan menggelapkan sekitarnya, jadi hanya rahim saja yang jelas. Rasa sakit tidak ada, mungkin hanya mulas dan kalau kita rileks, akan berjalan dengan lancar. Dan HSG ini dilakukan setelah haid hari ke 9,10,11 kalau jadwal menstruasi 7 hari.
Saya takut? Jujur saja, hanya tegang. Karena saya sudah pasrah dan googling mengenai prosedur HSG. Saya serahkan semuanya kepada Allah melalui tangan dokter dan suster saja. Tapi, tidak semudah itu. Cairan yang dimasukan pertama kali, gagal alias meluncur keluar lagi,. Kedua kalinya? Gagal lagi :( ketiga kalinya? Alhamdulillah, Allah memudahkan. Stelah dibantu kateter karen posisi jalan rahim saya yang condong ke kanan, itu lah yang menyulitkan proses pertama dan kedua. Bisa dibayangkan berapa lama saya di ruangan itu :(   Saya selesai---

Bagaimana suami saya? Jelas saja, gagal. Hal yang sulit bukan untuk mengeluarkan sperma di ruangan kecil tanpa alat bantu apapun atau hadirnya sang istri. :) jadi sampai tulisan ini saya tulis, ayah belum kumpul spermanya untuk di cek laboratorium. Boelh di bawa kerumah, asalkan dalam satu jam, ya 1jam! Harus segera sampai di RSPP. Hmmmm, semoga Allah lancarkan.

Hasil untuk semua cek yang sudah kita lakukan rencananya akan selesai minggu depan, artinya hari selasa depan kontrok ke dokter frizar. Akan saya update selanjutnya. :)

Mungkin banyak pertanyaan mengapa saya dan suami harus cek sana-sini. Ya, setelah USG transvagina 3x memang dokter melihat bahwa saluran tuba saya di bagian sebelah kiri terdapat hidrosalvix. Apa itu? Kata dokter infeksi. Yang membuat saluran tuba tersebut mandek. Yah begitulah pemahaman saya. Kalau yang ini sejujurnya saya takut googling :) yes, i'm only human. Itu membuat saya sulit hami, dengan kata lain hanya bisa mengandalkan rahim kanan. Atau kalau kondisinya sama, harus program bayi tabung.

Kadang ingin menangis. :( tapi ini semua adalah dariNya :) all we need just tawaqal and  be patient. Pray pray pray and ikhtiar. Betul? :)
Tujuan penulisan ini semata-mata adalah untuk sharing dan sebagai diary saya.
Semoga Allah meridhoi rencana saya dan suami. Saya mohon doa dan doa dari semua yang membaca blog ini, semoga Allah segera memberi kepercayaan kepada kami untuk menambah momongan dan Aqila segera diberikan adik. Amin :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...