Thursday, November 29, 2012

Lovely Daughter



Setiap ibu yang melahirkan anak pasti merasakan hal ISTIMEWA dalam perasaannya. Ketika anak masih dalam kandungan sembilan bulan, banyak perubahan yang terjadi dalam tubuh sang ibu. Ketika sang anak dilahirkan di dunia ini, perasaan sakit tiada tara saat detik-detik persalinan terbayar seketika tepat mendengar tangisan sang anak tercinta, melihat tubuh kecil yang sempurnanya, merasakan kulitnya menyentuh sang ibu untuk pertama kalinya bisa dirasakan. Betapa indahnya itu semua.

Ketika ibu dapat menyusui sang buah hati merupakan hal luar biasa yang sangat akan dirindukan. menyusui adalah proses yang kalau dibayangkan sangat lama sampai 2 tahun dan lelah. Tetapi seketika membayangkan proses ini adalah waktu yang tidak akan terulang lagi pada sang anak tersebut, semangat pun kembali berkobar. Dukungan suami, keluarga, dan lingkunganlah yang bisa membuat proses 2 tahun akan berjalan sangat cepat. Dalam proses menyusui, termasuk di dalamnya sang buah hati mulai tumbuh gigi. Di sinilah lagi perjuangan sang ibu di uji.

Bukan hanya proses menyusui, proses si kecil yang mulai makan pendamping asi (MPASI). Bagaimana si ibu harus kreatif, rajin, dan berusaha sebaik mungkin menciptakan, mengkreasikan, dan menuangkan ide serta pengetahuan tentang memasak yang bergizi untuk si anak. Bukan hanya kandungan makanan yang dipikirkan tetapi rasa yang bisa membuat anak lahap menyantap dan senang akan aroma dan rasa yang lezat.

Ketika anak belajar tengkurap, duduk, merangkak dan berjalan. Peluh keringat bercucuran untuk si ibu yang selalu menjaga dan merawat. Saat melihat si anak sudah bisa berjalan, berlari dan beerlompatan, keringat saat membantu si anak ketika belajar bukanlah suatu hal yang harus dikeluhkan. Hanya kebahagiaan dan kebahagiaan yang terasa di hati.

Tidak berhenti di sana, ada kalanya sang anak sakit atau ibu yang sakit. Anak sakit, adalah saat-saat yang menyedihkan untuk ibu manapun. Terkadang pikiran bisa menjadi panik dan bingung. Disinilah lagi-lagi peran suami dan lingkungan yang harus membangun kepercayaan diri sang ibu. Ibu harus selalu menjadi observer terbaik untuk anak-anaknya. Bukan hanya menjadi ibu, tetapi peran sebagai satpam, dokter, ahli gizi, koki, guru, supir, bahkan sebagai teman. Itu lah tugas ibu. Anak semakin besar, tantangan kehidupan semakin banyak.

Ketika anak mulai sekolah dan bergaul dengan sekitarnya. Ibu yang baik harus mampu mengenal dan memahami tempat bergaul sang anak. Karena dalam lingkungan selain di rumah, anak banyak belajar mengenai hal-hal yang mungkin selalu sang ibu larang di rumah. Hal-hal yang baru dan aneh baginya. Hal-hal yang tidak lazim dan mungkin si ibu sendiri tidak menginginkan lingkungan mempengaruhi anaknya. Menjadi seorang ibu harus haus akan pelajaran menjaga, melindungi, mendidik dan membesarkan anak. Karena jaman berubah. Ibu harus menjadi peramal untuk mencegah ataupun mengizinkan ke mana langkah sang anak.

Walaupun anak adalah titipan dari Sang Pencipta yang bukan hak kita untuk menentukan jalan hidupnya, setidaknya seorang ibu harus mampu sebagai rambu-rambu langkah sang anak. Mengingat semua manusia akan di minta pertanggungjawaban atas semua yang dilakukannya, tentu sebagai seorang ibu kehati-hatian harus dijaga. Demi masa depan si anak, demi kehidupan anak yang lebih baik dari orang tuanya, dan demi kebahagiaan buah hati kita.

Selamat berjuang untuk para ibu dan para calon ibu. Semoga senantiasa sabar, kuat, istiqomah, semangat, dan sehat dalam melindungi, menjaga, membesarkan, dan membimbing sang buah hati.

Ketika dalam perjalanannya menemui kekesalan, kesedihan, dan jalan buntu, ingatlah! masih ada Allah sebagai tempat kita mengadu dan meminta. Berdoa adalah hal yang selalu ibu ucapkan untuk anak-anaknya.
Dan semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa para ibu menuju kebaikan dan kebahagiaan.



I love you so much Aqila. My greatful gift.
Allahu akbar!

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...