Thursday, May 22, 2014

Pertama kalinya aqila cabut gigi

Alhamdulillah cabut gigi pertama untuk aqila lancar dan sukses. ^^

Berawal dari rencana visit ke dokter gigi anak di Medan untuk kontrol rutin, ternyata 2 gigi aqila baguan depan sudah goyang dan bakal gigig tetap udah mulai menyundul. Jadi disarankan untuk cabut gigi susu nya 2 minggu lagi.

Setelah lewat 2 minggu, kebetulan kita sekeluarga pulang ke Jakarta, jadi saya putuskan untuk membawa aqila ke dokter gigi anak langganannya di rs hermina jatinegara. Dokter favorit anak2 ini pun menyarankan untuk mencabut 2 gigi tersebut. Okelah... Aqila siap bunda juga siap.
(Saran untuk orang tua yang akan mendampingi anak untuk cabut gigi pertama kali adalah ceritakan dengan bahasa anak, kondisi apa yang akan dihadapi si anak saat visit ke dokter u cabut gigi). Sebelumnya saya sudah menceritakan akan diapakan gigi aqila dan akan seperti apa. Saya jabarkan secara singkat dari proses bayi belum tumbuh gigi, lalu gigi susu yang tumbuh, kemudian gigi tersebut goyang dan berganti gigi tetap. Dan juga ada proses di suntik untuk mengebalkan saat di cabut gigi, disitu saya selipkan kata2 "rasanya seperti di gigit semut" :p

Ketika mulai disuntik dokter mengalihkan pembicaraan seru ke saya, dan saya pun membalas pembicaraan tersebut untuk mengalihkan perhatian aqila. Berhasil! Alhamdulillah.

Proses cabut gigi perdana ini pun berjalan mulus. Dokter juga senang sekali dengan keberanian dan ketenangan aqila. Lalu dokter memberikan 3 hadiah untuk aqila. Hadiah kecil atas keberaniannya :))

Saturday, May 3, 2014

Lomba Mewarnai se-TK A Medan dan sekitarnya

Alhamdulillah..
Kakak aqila berhasil mengikuti lomba mewarnai yang diadakan Yayasan Pendidikan Harapan - Medan, sebagai juara Harapan III ^^
Apapun hasilnya, ayah dan bunda sudah bangga, karena kk aqila berani untuk ikut lomba.

Awal ceritanya, aqila di tunjuk dari kelas nya sebagai salah satu peserta lomba untuk kategori hapalan doa pendek. Tapi setelah diberitahu guru kelasnya, alhasil aqila mogok sekolah 3 hari berturut-turut nangis kalau mau berangkat sekolah.

Guru nya paham, ternyata aqila karena malu untuk lomba hapalan doa pendek. Walaupun kk sudah bisa hapal tetapi ternyata kk ga percaya diri. Hehe

Yang aqila pilih adalah lomba mewarnai.
Jujur, saya kecewa. Karena saya tau kualitas hapalan doa aqila dan saya yakin atas kemampuannya, gurunya pun begitu. Tapi ya sudah, saya mencoba untuk support pilihannya ^^

Alhamdulillah, membuahkan hasil. Aqila senang dan nyaman dengan mewarnai ditambah hasilnya kk mendapat juara. SubhanAllah....

Satu hal yang bunda pelajari adalah...
apapun keinginan anak dalam suatu perlombaan harus didukung.

Nb: terima kasih temen2 ku SOUL SISTER yang juga sudah membukakan mataku tentang ilmu parenting mengenai bentuk mendukung pilihan anak.

Selamat ya nak...
Semoga kk semakin cerda soleha dan selalu berprestasi..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...